Tips Memilih Template
TERKADANG kita begitu terobsesi dengan template yang ‘glamour.’ Hal ini ditambah dengan begitu banyaknya pilihan template/themes yang beraneka warna. Banyak yang lupa bahwa visitor tidak begitu peduli dengan glamornya template yang kita pakai dan banyaknya gadget/widget yang terpasang. Orang masuk ke blog kita umumnya karena isinya yang menarik, orisinil dan unik.
Selain itu, kalau kita perhatikan, situs-situs bertraffic tinggi rata-rata berpenampilan sederhana. Lihat misalnya tiga situs bertraffic tertinggi di dunia: google.com, yahoo! dan msn.com. Ketiganya memakai template minimalist: background putih, font tulisan warna hitam dan warna tulisan di menunya yang tidak menyolok. Google.com, situs no. 1 di dunia termasuk pelopor minimalist di mana cuma ada kotak search engine dan sedikit menu link di atasnya. Dulu, yahoo.com memiliki banyak link di halaman utama / frontpage-nya, tapi sekarang sudah ‘ketularan’ google. Intinya, the simpler the better.
Oleh karena itu, memilih template harus mempertimbangkan poin-poin di atas: pilihlah template atau themes yang rapi, background warna yang sederhana, dan warna font artikel yang enak dibaca.
Selain itu, tak kalah pentingnya adalah “kerapian blog.” Blog yang rapi artinya: (a) sidebar tidak melorot; (b) font artikel cukup satu warna dan satu macam; (c) blogroll atau banner terpasang rapi dan tertata; (d) cocok dibuka dengan berbagai browser, terutama IE dan firefox.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda suka blog rapi atau yang “rame?”
Selain itu, kalau kita perhatikan, situs-situs bertraffic tinggi rata-rata berpenampilan sederhana. Lihat misalnya tiga situs bertraffic tertinggi di dunia: google.com, yahoo! dan msn.com. Ketiganya memakai template minimalist: background putih, font tulisan warna hitam dan warna tulisan di menunya yang tidak menyolok. Google.com, situs no. 1 di dunia termasuk pelopor minimalist di mana cuma ada kotak search engine dan sedikit menu link di atasnya. Dulu, yahoo.com memiliki banyak link di halaman utama / frontpage-nya, tapi sekarang sudah ‘ketularan’ google. Intinya, the simpler the better.
Oleh karena itu, memilih template harus mempertimbangkan poin-poin di atas: pilihlah template atau themes yang rapi, background warna yang sederhana, dan warna font artikel yang enak dibaca.
Selain itu, tak kalah pentingnya adalah “kerapian blog.” Blog yang rapi artinya: (a) sidebar tidak melorot; (b) font artikel cukup satu warna dan satu macam; (c) blogroll atau banner terpasang rapi dan tertata; (d) cocok dibuka dengan berbagai browser, terutama IE dan firefox.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda suka blog rapi atau yang “rame?”







